manusia dan hewan

Jakarta 16 september 22:27

Jakarta yang biasa terasa panas walau di malam hari, malam ini terasa leboh sejuk seiring turunnya hujan serta hebusan semilir angin yang dihasilkan oleh putaran kipas angin, walau dari tiga baling baling yang seharusnya ada kini hanya tersisa dua, tapi tetap saja putaran udara yang dihasilkan membuat bada menjadi lebih dingin.

Aku baru saja menonton film “reveal the mission” dan kembali melirik novel “totem wol” setebal sepuluh centian yang kubeli hari minggu kemarin. tiba tiba saja pikiranku melayang akan salah satu quote buya hamka tentang bagaimana kita seharusnya manusia itu hidup.

JIka hidup sekedar hidup, babi di hutan pun hidup.

jika bekerja hanya sekedar bekerja, kera di hutan pun bekerja.

memang quote buya hamka ini tak ada kaitannya sama sekali dengan film tang berceritakn  tetang mata mata korea utara yang menyamar di korea selatan ini atau juga dengan novel yang berceritakan tentang perjalanan pemuda china-han dalam membesarkan seekor srigala yang menjadi totem bagi masyarakat mongolia. tapi tiba tiba saja pikiran ini mengarah kesana dan aku mulai bertanya tanya bagaimana seharusnya manusia itu hidup? Bagaimana menjadi sebenar benar manusia yang lebih tinggi statusnya dari hewan.

Sembari melatih kemampuanku dalam menulis, maka pertanyaan pertanyaan yang berputar dalam pikiran ku ini lebih baik ku tulis saja pada aplikasi note di ipod gen 1st yang kubeli secondhand dua tahun yang lalu. jika sekarang pembaca membacanya di blog ini, itu artinya tulisan di note ku sudah kusalin kembali ke blog, untuk mengisi blogku yang sudah lama tidak ku tambah isinya.

Aku sekarang benar benar tidak paham dengan arti kata kata buya hamka ini, dulu ketika pertama kali mendengar kata  kata iniaku yang berfikiran bahwa yang membedakan manusia dengan kera atau babi dalam hidup dan bekerjanya adalah karena manusia berdapat berfikir. dengan kemampuan berfikirnya manusia semakin berkembang dan menciptakan teknologi yang dapat membantu dalam proses kehidupannya dan pekerjaanny, tapi setelah setelah sekian lama aku menyadari kalau ternyata kalau ditilik lebih jauh lagi maka quote buya hamka tidak lah sedangkal ini, semua hewan dalam proses hidupnya ternyata juga belajar, hanya saja dalam pembelajarannya mereka tidak mencapai kemajuan seperti halnya kemajuan yang di capai oleh manusia. Namun setidaknya hal ini jika dalam tahap belajar dan berkembang manusa dan hewan masih sama saja.

kemudian aku berfikir kalau yang membedakan manusai dan hewan dalam hidup adalah keimanannya, manusia beribadah kepada ALLAH sedang hewa tidak. Tapi setelah berselang lam, aku membaca terjemahan di al-quran yang menyatakan kalau semua yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada sang Pencipta. tentu saja terjemahan ini kembali membuat kesimpulan yang saya bikin kembali salah.

tulisan ini masih panjang, hanya saja saya lagi malas untuk menulisnya😛

#continue

About umpan

just simple person who wanna be a changer of the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s